Anggota Muda LAN Dituntut Pahami Nilai Kebangsaan Dan Nasionalisme

Kamis, 11 April 2019, 11:56 WIB | Laporan: Widya Victoria

Foto: Humas BNPT

RMOL. Pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi saat ini membuat generasi muda Indonesia menjadi asing dan seolah tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Interaksi sosial yang sebelumnya terjadi secara tatap muka, kini telah berubah ke arah digital.

Hal tersebut diutarakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius saat memberikan pembekalan di acara Ceramah Kebangsaan dan Nasionalisme Bagi Generasi Muda Lembaga Administrasi Negara (LAN), di kantor LAN, Jakarta, Rabu petang (10/4).

“Ini penyebabnya (sambil memegang smartphone). Ini tentunya membuat lingkungan sekitar yang sebelumnya dekat menjadi jauh, sementara yang jauh menjadi dekat karena adanya kemajuan teknologi itu. Interaksi sosial dengan lingkungan sekitar sudah berkurang jauh. Sudah berubah semua sekarang ini,” ujar Suhardi.

Suhardi menjelaskan, pembekalan ini penting agar pegawai muda LAN ini bisa mengenal betul setiap dinamika perubahan-perubahan globalisasi yang ada di lingkungan.

"Karena ke depan nanti permasalahan aktual akan banyak dihadapi Anda-Anda semua. Kalau Anda tidak memiliki bekal atau tidak memiliki jati diri untuk membentengi itu semua tentunya nasionalisme anda bisa tergerus. Ingat 20-30 tahun lagi Anda-Anda semua yang akan berdiri di depan sini dan memimpin bangsa ini," ujar mantan Kapolda Jawa Barat ini.  

Di kesempatan tersebut, Suhardi juga menyampaikan mengenai program BNPT dalam menanganai para mantan pelaku terorisme dengan menggunakan metode soft approach. Metode ini telah mendapatkan banyak apresiasi dari dunia.
 
Suhardi berharap para pegawai muda/Aparatur Sipil Negara (ASN) LAN angkatan 2017 dan 2018 yang baru dilantik ini memiliki bekal yang utuh dalam menghadapi permasalahan bangsa.

"Mereka masih muda-muda dan mereka adalah calon-calon pimpinan dimasa yang akan datang, khususnya bagian administrasi. Supaya bisa saling mengingatkan dan mengambil keputusan yang tepat nanti pada saatnya. Ini yang kita harapkan pada mereka sehingga mereka siap menjadi abdi negara yang betul-betul cinta tanah air," ujar mantan Wakapolda Metro Jaya mengakhiri

Hal senada disampaikan Sekretaris Utama LAN, Sri Hadiati. Menurut dia, paparan kepala BNPT tersebut dapat mengisi kekosongan pengetahuan tentang nilai-nilai nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan yang tidak didapatkan di bangku sekolah.

"Anak-anak muda butuh pencerahan tentang nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan, karena sekarang pelajaran itu disekolah tidak ada, sedangkan mereka masih di umur-umur yang masih labil dan sangat mudah dipengaruhi. Jadi kami ingin memberikan nilai-nilai itu (nasionalisme dan kebangsaan) sebagai dasar fondasi untuk bekerja di Lembaga Administrasi Nasional,” ujar Sri.

Kolom Komentar


loading