Pengamat: Software Bajakan Rentan Serangan Siber

Sabtu, 09 Februari 2019, 11:12 WIB | Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra

Pengamat keamanan siber, Charles Lim/RMOL

RMOL. Pengguna internat di Indonesia rentan terkena serangan siber. Pasalnya, masyarakat masih banyak dan sering menggunakan software bajakan.

Demikian disampaikan oleh pengamat keamanan siber, Charles Lim dalam diskusi bertema "Darurat Keamanan Siber" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2).

"Serangan yang paling masif itu sampai saat ini menyerang sistem operasi itu, yang memang masih banyak dipakai masyarakat," ujar Charles.

Kebiasaan masyarakat dengan teknologi praktis dan murah, membuat mereka lebih tertarik kepada software yang murah alias bajakan.

Sehingga data yang ada dalam software itu rentan diretas atau di-hack lalu dipergunakan dengan tidak sepatutnya.

"Masalah yang terjadi juga adalah pengguna menggunakan software bajakan, dan software bajakan ini jadi sering kali jadi kerentanan sistem operasi itu karena tidak bisa ditangani akibatnya diserang maleware," ungkap Charles.

Karena itu, tambah dia, masyarakat harus jeli dalam memilih software yang aman dan tentu orisinal. [rus]

Kolom Komentar


loading