Hanura

Mantan Napiter Dan Penyintas Berkumpul Dalam Satukan NKRI

 SELASA, 27 FEBRUARI 2018 , 07:51:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Mantan Napiter Dan Penyintas Berkumpul Dalam Satukan NKRI

Mayjen TNI R. Gautama Wiranegara/Humas BNPT

RMOL. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membuat terobosan  untuk lebih memajukan program penanggulangan terorisme di masa mendatang.
Program itu dibalut dalam sebuah kegiatan bertajuk 'Silaturahmi Kebangsaan (Satukan) NKRI' yang menghadirkan para mantan napi terorisme dengan korban terorisme (penyintas). Ini upaya BNPT agar mantan napiter dan penyintas dapat difasilitas sesuai nawacita Presiden Jokowi yaitu menghadirkan negara kepada setiap elemen bangsa.

"Semoga dari acara ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan opini dan saran yang produktif kepada pemerintah. Masukan dari peserta pastinya cukup beragam sehingga membutuhkan kerjasama lintas sektoral terutama di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan kesehatan. Karena itu kami akan menghadirkan beberapa menteri terkait di akhir acara ini," ujar Sestama BNPT, Mayjen TNI R. Gautama Wiranegara saat membuka 'Satukan NKRI'

Khusus untuk penyintas, lanjut Mayjen Gautama, pihaknya sangat paham bantuan medis, rehabilitasi psikologi, psikososial, kompensasi serta dukungan bagi keluarga yang meninggal dunia sangatlah dibutuhkan. Karena itu, BNPT akan terus berupaya agar revisi UU Terorisme tidak hanya mengakomodasi unsur penindakan dan pencegahan, namun juga mengakomodasi perspektif para penyintas.

Mantan Direktur Kontra Separatis BIN ini menjelaskan, tak hanya mantan napiter dan penyintas yang dihadirkan dalam acara 'Satukan NKRI'. Pada puncak acara yang akan digelar Rabu (28/2) besok BNPT juga menghadirkan beberapa menteri terkait dan para pemimpin redaksi dari berbagai media nasional di Tanah Air untuk memberikan masukan dan saran terkait upaya penanggulangan terorisme.

"Maka dari itu melalui silaturahmi inilah, tiga pilar utama kegiatan ini yakni mantan napiter, penyintas, dan media diberikan kesempatan seluas-luasnya  untuk menyampaikan saran-saran kepada pemerintah," tutur jebolan Akademi Militer 1983 ini.

Lebih lanjut Sestama mengatakan, selama ini BNPT sendiri telah menghasilkan berbagai kemajuan, yang salah satunya terkait bidang koordinasi dengan 36 kementerian/lembaga (K/L). Dan acara 'Satukan NKRI' adalah koordinasi yang mencakup bidang anggaran, pendidikan, jaminan sosial dan lain sebagainya.

"Pada bidang anggaran, diharapkan bahwa masing-masing K/L terkait dapat menyediakan anggaran khusus untuk pembinaan mantan napiter dan penyintas," kata mantan Kabinda Aceh ini.

Lalu pada bidang pendidikan, BNPT telah menggandeng Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk merumuskan format pemberian dukungan beasiswa dan pendidikan keagamaan dan wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pembinaan masyarakat.

"Di bidang pemenuhan kebutuhan sosial, BNPT bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Kementerian Usaha Kecil dan Menengah dalam penguatan perekonomian, jaminan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. Ini semua merupakan tanda bahwa negara menjamin hak asasi manusia seluruh elemen masyarakat terutama mantan napiter dan penyintas," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Sestama juga mengucapkan banyak terima kasih kepada organisasi non-pemerintah yang sudah membantu perjuangan para penyintas. Karena organisasi ini berperan penting dalam memastikan bahwa kebutuhan penyintas telah benar-benar dipahami dan dikomunikasikan.

"Saya memperhatikan terdapat berbagai organisasi yang sangat peduli terhadap kebutuhan para korban. Mereka ada karena keprihatinan terhadap berbagai aksi terorisme pasca bom Bali, bom Kuningan, bom Marriott, serangan Thamrin, Solo maupun serangan-serangan lainnya," ujarnya mengakhiri.

Acara 'Satukan NKRI' dihadiri sebanyak 124 mantan napiter dan 51 penyintas. Pada acara hari ini (Selasa, 27/2) para peserta akan dibekali materi motivasi dengan menghadirkan motivator dan psikolog, Nanang Kosim. Selain itu acara ini juga diisi dengan Dialog Kebangsaan dengan menghadirkan beberapa narasumber termasuk Prof. Nasarudin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal), Prof. Dr. Ahmad Syafi’i Mufid (direktur INSEP) dan Yudi Latief (Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila).[wid]

 


Komentar Pembaca
Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Antri Tanda Tangan

Antri Tanda Tangan

, 18 SEPTEMBER 2018 , 03:45:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
Ketika Kiai Ma'ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut, Warganet Istighfar<i>!</i>
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Elemen Muda 212 Tolak Keputusan GNPF Ulama Yang Mendukung Prabowo-Sandi
Golkar: Kedok <i>#2019GantiPresiden</i> Sekarang Terbuka
Gatot Nurmantyo Faktor Penentu Kemenangan Pilpres
Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Suara Publik25 September 2018 05:46

Prajurit TNI-Polri Tidak Boleh Terbawa Arus Isu Pemilu
Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Nusantara25 September 2018 05:11

Antara Etika Dan Strategi Politik

Antara Etika Dan Strategi Politik

Suara Publik25 September 2018 04:45