Verified
Hanura

TNI Akan Gaduh? Ryamizard: Tidak

Pilihan Jenderal Gatot Dianulir Marsekal Hadi

 JUM'AT, 22 DESEMBER 2017 , 10:59:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

TNI Akan Gaduh? Ryamizard: Tidak

Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal Gatot Nurmantyo/Net

RMOL. Belum sebulan menjabat, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengeluarkan keputusan mengejutkan. Hadi membatalkan sebagian mutasi perwira tinggi yang sudah diputuskan oleh Panglima TNI sebelumnya, Jenderal Gatot Nurmantyo. Apakah keputusan ini akan bikin gaduh, Menhan Ryamizard Ryacudu memastikan tidak ada masalah.

Surat tentang pembatalan itu diteken Hadi, Selasa 19 Desember 2017. Dalam surat disebutkan perlu diadakan perubahan pada surat Keputusan Panglima TNI tertanggal 4 Desember. Surat pada intinya menyatakan mutasi terhadap 16 Pati TNI tidak ada. Yang paling menonjol dari putusan itu, pembatalan mutasi Letjen Edy Rahmayadi dari posisi Pangkostrad. Artinya, Edy tetap menjabat sebagai Pangkostrad. Surat itu juga ditembuskan ke beberapa petinggi instansi pemerintah di antaranya Menkopolhukam, Menhan, kepala BIN, ketua MA, para kepala staf angkatan, Irjen TNI, kabakamla dan kepala BNPP.

Dalam surat keputusan yang diteken Gatot sebelumnya, Edy digeser menjadi perwira tinggi di Mabes TNI dalam rangka pensiun dini. Termasuk Edy, Gatot sebelumnya memutuskan merotasi 85 perwira terdiri atas 46 Pati jajaran TNI AD, 28 Pati AL dan 11 Pati TNI AU. Mutasi dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi TNI.

Kemarin, Hadi menyerahkan Wing Penerbang TNI AU kepada Kapolri, KSAL dan KSAU di Landasan Udara Halim Perdanakusuma. Usai itu, Hadi menjelaskan perihal surat pembatalan sejumlah pati tersebut. Setelah mengemban jabatan baru sebagai Panglima, Hadi mengaku langsung melakukan evaluasi, khususnya soal Sumber Daya Manusia (SDM) di internal kemiliteran. Hasilnya, perubahan keputusan baru soal mutasi pun dibuat. Dasar penilaian SDM itu tentu menggunakan unsur profesionalitas. Panglima juga memastikan pembinaan karier prajurit sudah dilaksanakan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI, juga disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. "Terkait pembinaan karier prajurit TNI itu sudah baku, berdasarkan profesionalitas yang selalu kita lakukan. Tidak ada istilah like and dislike," kata Hadi.

Keputusan Hadi ditanggapi beragam. Presiden Jokowi mengatakan, Panglima pasti punya pertimbangan tersendiri dengan keputusannya tersebut. "Saya kira mungkin itu ada evaluasi baru gitu kan," kata Jokowi di sela kunjungan kerja di Papua, kemarin. Apa alasannya, Jokowi meminta wartawan bertanya langsung ke Panglima.

Wapres Jusuf Kalla juga hanya berkomentar singkat mengenai keputusan Panglima. Menurut dia, keputusan tersebut masalah internal sehingga enggan terlalu jauh untuk mengomentarinya. Namun, JK memastikan keputusan Panglima tidak akan menimbulkan kegaduhan baru. "Saya kira tidak (gaduh), itu masalah internal. TNI itu punya disiplin yang kuat, tergantung panglimanya gimana," kata JK.

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Kasus Luhut-Sri Mulyani Dibawa Ke Bawaslu

Kasus Luhut-Sri Mulyani Dibawa Ke Bawaslu

, 19 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00