Hanura

Presiden Diminta Lirik Para Senior

Bursa Calon KSAU

 SENIN, 18 DESEMBER 2017 , 12:09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Diminta Lirik Para Senior

Foto/Net

RMOL. Presiden Jokowi dan Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto diharapkan bisa memberi kesempatan kepada perwira-perwira senior TNI Angkatan Udara dari angkatan 1984, 1985 hingga 1986 untuk menempati posisi KSAU dan Wakil KSAU baru nanti.
Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pihaknya masih melakukan seleksi kepada calon Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) baru setelah dirinya menjabat panglima.

"Ada beberapa calon yang harus saya sampaikan ke Presiden dan saya seleksi," kata Hadi usai bertemu  presiden Jokowi di Istana Bogor, baru baru ini.

Namun pria berkumis tebal itu enggan menyebut kapan waktu seleksi akan dilaku­kan. "Ya tunggu saja nanti. Semua masih dalam proses," ujarnya.

Menurut Hadi, soal calon KSAU akan dilaporkan Presiden dalam kesempatan tersendiri.

Meski kosong, Hadi menga­takan pengambilan keputusan di jajaran AU tidak terpengaruh. Sebab, jabatan kepala dan wakil kepala staf angka­tan TNIbersifat satu kotak. "Jadi kepala staf itu satu kotak dengan wakil kepala staf," ujarnya.

Hadi mencontohkan, bila KSAD akan keluar negeri, KSAD tidak perlu memberi surat perintah atau pelaksanaan tugas pada wakil kepala staf.

"Jadi kalau ditinggal ke mana pun, otomatis wakil kepala staf bertanggung jawab," ujarnya.

Siapa saja yang nantinya akan berpeluang menjadi KSAU menggantikan Marsekal Hadi?

Menurut informasi yang didapat Rakyat Merdeka, ada nama Marsekal Madya (Marsdya) TNIYuyu Sutisna disebut-sebut memiliki peluang terkuat untuk menggan­tikan Hadi sebagai KSAU.

Marsdya Yuyu dan Marsekal Hadi dikenal memiliki hubungan dekat. Keduanya pun berasal dari tahun kelulusan yang sama yakni tahun 1986.

Sejak Hadi menjabat KSAU, nyaris seluruh posisi strategis di TNI AU didominasi oleh para perwira lulusan tahun tersebut. Mulai, Wakil KSAU, Irjen AU, hingga se­jumlah Asisten KSAU, hingga Panglima Koops.

Jika benar akhirnya Yuyu yang terpilih, maka perwira lulusan 86 sukses menyapu jaba­tan puncak di tubuh TNI AU.

Lalu bagaimana dengan angkatan 1985. Para perwira alumni 1985 AU saat ini bisa disebut kurang diperhatikan. Dibandingkan lulusan tahun yang sama dari matra darat dan laut, hanya Akabri Udara lulusan 1985 yang belum memiliki perwira berbintang 3. Termasuk jabatan strategis seperti Panglima Komando Operasi, lulusan ini tidak "ke­bagian jatah."

Bandingkan saja dengan TNI AD, misalnya. Di Angkatan Darat ada nama Letjen TNI Edy Rahmayadi dan Letjen TNI Dodik Wijanarko (Irjen TNI).

Atau di matra laut ada nama Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman yang menjabat Wakasal, Komandan Sesko TNI Letjen TNI (Mar) M. Trusono, hingga Danjen Akademi TNI Laksdya Siwi Sukmo Aji.

Lantas, siapa perwira dari '85 yang berpeluang menjadi "kuda hitam"? Satu di antara yang menonjol di angkatan ini adalah Marsda TNIDedy Permadi.

Dedy adalah perwira TNI AU kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 3 April 1963. Dedy sudah pernah menjabat 4 pos penting di posisi bintang dua. Mulai dari Gubernur Akademi Angkatan Udara, Asisten Pengamanan (Aspam) KSAU yang membawahi bidang intelijen, Asisten Personel (Aspers) KSAU, hingga Aspers Panglima TNIyang kini diem­bannya.

Dengan segudang pengala­man itulah, meski masih bin­tang dua, ia layak masuk men­jadi nominator calon KSAU. Sementara dari angkatan 1984 perwira yang juga berpeluang menjadi KSAU dari angkatan ini adalah Marsdya Bagus Puruhito yang kini menja­bat sebagai Wakil Gubernur Lemhanas.

Meski mayoritas perwira lulusan tahun 1983 sudah pensiun, masih ada nama Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja. ***


Komentar Pembaca
Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

720 Pengacara Bela Rizal Ramli

, 17 SEPTEMBER 2018 , 17:17:00

Cium Tangan Kiai

Cium Tangan Kiai

, 21 SEPTEMBER 2018 , 22:41:00

Antri Tanda Tangan

Antri Tanda Tangan

, 18 SEPTEMBER 2018 , 03:45:00

Djoko Santoso: Kami Hormati Pilihan Pak Gatot Nurmantyo
Ketika Kiai Ma'ruf Amin Digoyang Penyanyi Dangdut, Warganet Istighfar<i>!</i>
KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

KPK Akan Didemo Tangkap Menteri Enggar

Politik17 September 2018 07:25

Elemen Muda 212 Tolak Keputusan GNPF Ulama Yang Mendukung Prabowo-Sandi
Golkar: Kedok <i>#2019GantiPresiden</i> Sekarang Terbuka
Gatot Nurmantyo Faktor Penentu Kemenangan Pilpres
Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Hari Tani Nasional Dan Prakarsa Desa

Suara Publik25 September 2018 05:46

Prajurit TNI-Polri Tidak Boleh Terbawa Arus Isu Pemilu
Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Pemuda Tani HKTI Bertekad Lahirkan Santri Tani

Nusantara25 September 2018 05:11

Antara Etika Dan Strategi Politik

Antara Etika Dan Strategi Politik

Suara Publik25 September 2018 04:45