Verified
Hanura

Aliansi Nelayan Tolak Penggunaan Alat Tangkap Berbahaya

 JUM'AT, 15 DESEMBER 2017 , 21:11:00 WIB | LAPORAN:

Aliansi Nelayan Tolak Penggunaan Alat Tangkap Berbahaya

Foto: RM

RMOL. Aliansi Nelayan Sumatera Utara (ANSU)  menolak penggunaan alat tangkap yang berbahaya. Selain itu, tekad untuk menjaga alam yang telah memberikan kehidupan juga disampaikan nelayan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti.

Koordinator Aliansi Nelayan Sumatera Utara (ANSU)  Sutrisno menyampaikan, selain bertekad menolak penggunaan alat tangkap perikanan yang merusak lingkungan, mereka juga mendukung penggunaan alat tangkap perikanan yang ramah terhadap lingkungan dan berkelanjutan.

"Kami juga bertekad memastikan Peraturan Daerah Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Sumatera Utara yang melindungi Hak-Hak Masyarakat Pesisir,” ujar Sutrisno, dalam siaran persnya, Jumat (15/12).

Aliansi nelayan juga dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap aktivitas pertambangan di wilayah pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Sumatera Utara.

"Kami mendukung adanya subsidi perikanan bagi nelayan kecil dalam rangka menjalankan UU 7/2016 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. Demikian kebulatan tekad ini kami sampaikan di depan Ibu Menteri Susi Pudjiastuti dan seluruh masyarakat pesisir yang hadir sebagai bentuk pengabdian kami kepada cita-cita Bangsa,” ujarnya.

Aliansi Nelayan Sumatera Utara (ANSU) terdiri dari Federasi Serikat Nelayan Nusantara (FSNN), Sarekat Nelayan Sumatera Utara (SNSU), Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Masyarakat Nelayan Tradisional Batubara (MANTAB), Serikat Nelayan Merdeka (SNM), Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).

Selanjutnya >

Komentar Pembaca
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai
Kasus Luhut-Sri Mulyani Dibawa Ke Bawaslu

Kasus Luhut-Sri Mulyani Dibawa Ke Bawaslu

, 19 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

Dikunjungi Pejabat Mabes Polri

, 16 OKTOBER 2018 , 16:08:00

Pencakar Langit Jakarta

Pencakar Langit Jakarta

, 16 OKTOBER 2018 , 04:31:00

Usut Tuntas Kasus <i>Hoax</i>

Usut Tuntas Kasus Hoax

, 17 OKTOBER 2018 , 05:41:00