Hanura

Media Sosial Bisa Hambat Gerakan Radikal Dan Terorisme

 KAMIS, 17 MEI 2018 , 15:02:00 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Media Sosial Bisa Hambat Gerakan Radikal Dan Terorisme

Cahyo Pamungkas/RMOL

RMOL. Peneliti Pusat Penelitian Sumber Daya Regional (PSDR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cahyo Pamungkas, menyatakan upaya deradikalisasi bisa dilakukan melalui apa saja, termasuk lewat media sosial.
“Gerakan terorisme dilakukan tidak hanya gerakan fisik tapi juga penyebarannya lewat media sosial,” ungkap Cahyo di ruang seminar P2KK LIPI, Gedung Widya Graha, Jakarta, Kamis, (17/5).

Cahyo menambahkan, pemerintah juga bisa melakukan kontra terorisme itu dengan memproduksi narasi-narasi yang melawan kekerasan dan kebencian, serta intoleransi.

“Akar utama terorisme adalah radikalisme, akar radikalisme adalah intoleransi baik di dunia maya maupun nyata,” ujarnya.

Jika tidak segera diantisipasi, menurutnya Indonesia akan menjadi lahan subur gerakan terorisme. Cahyo mengingatkan, agar siapa saja juga bisa melakukan counter di media sosial terhadap tumbuhnya gerakan ini.

“Meskipun sudah ada upaya antisipasi di media sosial tapi masih kurang,” tandas dia. [fiq]

Komentar Pembaca
Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

Rupiah Terpuruk, Utang Bertumpuk!

, 24 MEI 2018 , 17:00:00

Komunitas Tionghoa Kapok Dukung Jokowi
Maradona Dampingi Maduro

Maradona Dampingi Maduro

, 18 MEI 2018 , 02:14:00

Mencoblos Di Kedubes Venezuela

Mencoblos Di Kedubes Venezuela

, 20 MEI 2018 , 10:20:00

RR Bertemu Anwar Ibrahim

RR Bertemu Anwar Ibrahim

, 21 MEI 2018 , 00:45:00