Hanura

Kasus Terorisme 2017 Menurun, Tapi Berani Serang Polisi

 SABTU, 30 DESEMBER 2017 , 04:22:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH SIPRIA RIANG

Kasus Terorisme 2017 Menurun, Tapi Berani Serang Polisi

Simulasi penanganan teroris. (Net)

RMOL. Masih banyak polisi dan fasilitas kepolisian yang menjadi sasaran teroris. Sehingga perlu menjadi perhatian serius Polri untuk terus menerus mengingatkan jajarannya agar waspada, peka, terlatih, dan tidak ceroboh. Terutama saat dinihari.
"Petugas piket harus tidur bergantian. Sebab serangan teroris di tengah malam menjadi tren di 2017," ungkap Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane dalam siaran persnya kepada redaksi, Jumat (29/12).

Secara kuantitas, terangnya, kasus terorisme di 2017 memang menurun. Tapi kualitasnya meningkat tajam.

Hanya dengan bersenjatakan pisau, teroris berani menyerang polisi. Bahkan membakar kantor polisi.

Mulai dari kasus bom Kampung Melayu, penyerangan Polda Sumatera Utara, penikaman polisi di Blok M, penyerangan Polres Banyumas, hingga pembakaran kantor polisi di Sumatera Barat.

"Fenomena baru terorisme di Indonesia yang patut dicermati dan diantisipasi Polri agar keamanan Indonesia di 2018 tetap kondusif," demikian Neta. [tsr]


Komentar Pembaca
Ini Hasil Pertemuan Prabowo Dan Puan

Ini Hasil Pertemuan Prabowo Dan Puan

, 17 JULI 2018 , 19:00:00

Gerindra, PKS dan PAN Belum Capai Titik Temu
Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00