Hanura

Panglima TNI Balas Hoaks Dengan Kopi

Asal-usul Istrinya Dipersoalkan

 SELASA, 12 DESEMBER 2017 , 09:13:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Panglima TNI Balas Hoaks Dengan Kopi

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto/Net

RMOL. Setelah dilantik menjadi Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto panen hoaks. Namun, dia tidak mau pusing. Hadi malah ingin mengajak si pelaku hoaks ngopi bareng. Panglima top deh...
Hoaks pertama, soal pendidikan militer Hadi. Dia difitnah sebagai lulusan SEBA Polri Singaraja. Padahal Hadi lulusan Akabri tahun 1986. Setahun k emudian dia lulus Sekolah Penerbang TNI AU pada 1987.

Hoaks kedua, terkait Panglima TNI sebelumnya Jenderal Gatot Nurmantyo yang berasal dari angkatan darat dikabarkan dikawal pasukan khusus supaya selamat selama masa pergantian panglima TNI. Padahal, yang benar itu adalah video perpisahan Gatot dengan anak buahnya. Tentu saja berita tersebut menyudutkan Hadi yang berlatar belakang angkatan udara.

Dengan sigap, akun Pusat Penerangan TNI membantah semuanya. Tapi belum reda hoaks tersebut, muncul lagi berita keluarga Hadi. Kali ini istri Hadi yang kena fitnah "Panglima TNI yang baru, Marsekal Hadi Tjahyanto beserta keluarga, istri Lim Siok Lan, anak 2 cewek cowok, mantu. Anak laki sama mantu juga angkatan udara juga. Mantappp. Bravo TNI," tulis sejumlah akun netizen.

Akun resmi @_TNIAU langsung mengklarifikasi. "Lagi-lagi keluarga Panglima TNI difitnah. Airmin kasih sedikit info tentang keluarga Ibu Nanny Hadi Tjahjanto Yaaa. Bapak (Alm) H. Mas Ngabei Soedjai Wiryoatmodjo. Ibu : Hj. Arbaiyah Yunus. Kok bisa-bisanya difitnah sekejam ini," kicaunya. Lewat akun Twitter itu pula disampaikan, tak ada yang salah dengan setiap WNI memiliki kedudukan yang sama.

"Sama sekali tidak ada yang mempersoalkan (ras China), yang jadi persoalan adalah kalau berita tersebut adalah bohong, apalagi yang disasar adalah pimpinan tertinggi TNI dalam hal ini Panglima TNI," cuitnya lagi.

Warganet juga turut memberikan informasi soal penyebar pertama hoaks tersebut. TNI AU lantas memberi waktu kepada pemilik akun @AgungWirawan170 untuk memberikan klarifikasi. Mereka menyiapkan langkah hukum bila tak ada kejelasan dari pemilik akun tersebut. "Terima kasih, airmin menunggu klarifikasi dari @ AgungWirawan170 tentang tweet ini. Airmin beri waktu 1x24 jam karena data-data sudah ada. Langkah hukum siap ditempuh jika memang tidak ada kejelasan, terima kasih," kicaunya.

Akun Twitter resmi Pusat Penerangan TNI @Puspen_TNI juga mencuitkan, banyak akun palsu mengatasnamakan Panglima Hadi. "Jangan pernah langsung percaya terhadap akun-akun yang mengatasnamakan Panglima TNI. Seperti di bawah ini. Cekidot," cuitnya sembari menautkan gambar profil akun Instagram Panglima TNI palsu.

Tweeps berharap penyebar berita dan akun palsu segera diciduk. "Min tindak tegas yang begitu-begitu. We love TNI," kicau @muslimtanjung01 diamini @ Beduldavid. "Bisa diusut dan dihukum biar tidak disalahgunakan," cuitnya.

Akun @alam_f berharap TNI bertindak tegas. "Min sekali cyduk dong pelakunya. Minta tolong sama rekan-rekan @ DIVHumasPolri. Kalau udah diciduk, jangan terima permintaan maaf pake materai," cuitnya disambut @alkanapi. "Biasanya orang yang sok di dunia maya beda sama di kehidupan aslinya. Ajak ngopi min biar keluar keringet dingin." Akun @BrisikZone tak rela jika akun penyebar fitnah cuma meminta maaf. "Tangkap dulu min. Suruh sikat landasan bandara setahun," cuitnya.

Selain itu, informasi yang cenderung fitnah lagi yakni Hadi disebut-sebut titipan PDIP. Pasalnya, Hadi pernah menjadi ajudan Megawati Soekarnoputri.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya langsung meluruskan informasi ini. "Masyarakat saat ini sudah pada cerdas, apa yang disampaikan di media sosial punya tujuan tertentu," kata Jemi. Dia menegaskan, Marsekal Hadi tak pernah menjadi ajudan Megawati.

Sementara, Marsekal Hadi santai dengan hoaks yang menimpanya. Dia juga tak mau ambil pusing. "Apa itu, berita itu? Saya belum dengar. Wong (istri) aslinya Singosari, kok, makannya dari kecil nasi jagung. Bapaknya Soedjai Wiryoatmodjo, ibunya Arbaiyah," kata Hadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin.

Dia malah ingin mengajak pelaku fitnah itu ngopi bareng supaya tahu tentang diri dan keluarganya. "Nggak apa apa, wong nanti akan hilang sendiri. Kalau perlu, saya undang ngopi yang bilang itu, biar tahu keluarga saya sebenarnya," pungkas Hadi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyambangi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Markas Besar TNI di Cilangkap, kemarin sore. "Kedatangan kami ke sini yang utama, ingin mengucapkan selamat kepada bapak Panglima TNI atas kepercayaan dari pimpinan negara, sekaligus juga dari rakyat melalui proses politik di DPR," kata Tito.

Menurut Tito, kunjungan dirinya bersama petinggi Polri ke Mabes TNI sangat penting untuk meningkatkan keeratan hubungan anggota kedua instansi ini, terlebih TNI merupakan mitra terpenting bagi Polri dalam menjaga kestabilan keamanan. "Pentingnya kegiatan ini, saya sampai perintahkan pejabat utama Mabes Polri untuk menunda kunjungan ke luar Jakarta karena solidaritas TNI dan Polri sangat penting," tutur Tito.

Hadi pun merasa bahagia dan terhormat atas kunjungan Kapolri ke Mabes Polri di saat hari pertama bekerja. "Saya sangat betul-betul kaget waktu dapat informasi Kapolri akan berkunjung. Saya merasa bahagia dan merasa terhormat, Kapolri dengan seluruh pejabat Polri berkenan hadir," ucapnya. ***


Komentar Pembaca
Ini Hasil Pertemuan Prabowo Dan Puan

Ini Hasil Pertemuan Prabowo Dan Puan

, 17 JULI 2018 , 19:00:00

Gerindra, PKS dan PAN Belum Capai Titik Temu
Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Bunga Untuk Hakim

Bunga Untuk Hakim

, 12 JULI 2018 , 14:22:00