Polisi Harus Buktikan Asal Senjata Api Pegawai BNN

Keamanan  KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 02:25:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Polisi Harus Buktikan Asal Senjata Api Pegawai BNN

Ilustrasi

RMOL. Polisi diminta segera menuntaskan kasus pembunuhan pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Indria Kameswari dengan terbuka dan transparan. Terutama terkait keberadaan senjata api milik korban yang digunakan untuk menembaknya beberapa waktu lalu.
Krisna Murti selaku kuasa hukum AM yang merupakan suami korban dan juga terduga pelaku utama memastikan bahwa korban bukan anggota Polri/TNI tetapi hanya sipil biasa.

"Seperti yang diberitakan, korban memang istilahnya temperamen. Dia tidak menerima keadaan ketika tersangka lagi dalam terpuruk, jadi sering mengancam, ngomong kasar terhadap tersangka. Jadi, kalau keributan antara korban dengan tersangka itu sering banget," jelas Krisna kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/9).

Menurut Krisna, pasangan suami istri itu sering berkelahi karena masalah ekonomi. Sebab, pekerjaan tersangka AM belakangan ini kurang bagus. Dia menilai, apa yang diberikan tersangka mungkin tidak bisa diterima oleh korban.

"Sehingga korban merasa itu tidak cukup maka marah-marah. Mereka hubungan keluarga kurang lebih lima tahun berjalan, dikaruniai putra satu orang umurnya sekitar empat tahun," bebernya.

‚ÄéMaka dari itu, Krisna mengatakan, polisi bisa menindaklanjuti dari mana asal muasal senjata api yang dimiliki oleh korban.

"Kan bisa dilihat dari proyektil (peluru)," kata Krisna.

Dia berharap jika polisi sudah menyatakan lengkap semua keterangan saksi maka dapat segera melimpahkan perkara ke kejaksaan supaya bisa disidangkan. Sehingga bisa terbuka apa yang terjadi sebenarnya.

"Kami harap segera saja disidangkan biar terbuka nanti di fakta persidangan. Perang sesungguhnya itu kan bukan di kepolisian, tapi perang sesungguhnya di pengadilan. Kita akan buka apa yang terjadi sebenarnya, kita ikuti prosesnya," demikian Krisna. [zul]

Komentar Pembaca
Jokowi Didesak Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Protes Trump, Presiden Indonesia Dan PM Malaysia Beda Gaya
AHY Jadi Saksi Pernikahan Putra Bendahara SMSI
Titiek Bersama Sesepuh Golkar

Titiek Bersama Sesepuh Golkar

, 09 DESEMBER 2017 , 19:33:00

Jabat Tangan Panglima

Jabat Tangan Panglima

, 08 DESEMBER 2017 , 21:12:00