Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Jenderal Gatot: Yang Terbaik, Kembali Kepada Nilai-Nilai Luhur Bangsa Indonesia

Keamanan  MINGGU, 08 JANUARI 2017 , 12:39:00 WIB | LAPORAN: WIDYA VICTORIA

Jenderal Gatot: Yang Terbaik, Kembali Kepada Nilai-Nilai Luhur Bangsa Indonesia

Gatot Nurmantyo/Puspen TNI

RMOL. Bangsa Indonesia jangan mudah terprovokasi dan terpecah belah serta terhasut oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.
Begitu disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di hadapan ribuan orang pada acara Silaturahmi Nasional Ulama terdiri dari para Ulama, personel TNI dan Polri dalam Mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Kabupaten Pekalongan, kemarin.

Panglima TNI menyampaikan bahwa sejatinya bangsa Indonesia adalah bangsa patriot yang berjiwa ksatria. Ini bisa dicermati dari setiap suku bangsa Indonesia masing-masing memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri. 

"Di samping itu, rakyat Indonesia juga memiliki karakter gotong royong, yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Gotong royong tidak ada dalam bahasa Inggris, Arab, China, hanya di Indonesia yang memiliki bahasa gotong royong," lanjut mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.

Lebih lanjut Gatot menuturkan, ketentraman masyarakat telah diusik dengan beragam gejolak yang mengarah ke instabilitas kondisi sosial ekonomi negara. Pemerintah Indonesia yang berusaha membekali generasi mudanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui program pendidikan berkualitas justru selalu dihalang-halangi melalui adu domba.

"Yang terbaik adalah yang paling sederhana yaitu back to the basic atau kembali kepada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, mengerti bahwa cinta dan peduli kepentingan negara harus menjadi kepentingan tertinggi di atas segala-galanya," ujarnya.
 
Di samping itu, Gatot kembali mengingatkan, kelebihan sumber daya dan energi yang dimiliki Indonesia dapat menimbulkan ancaman dari luar.

"Saat ini populasi penduduk dunia tidak bisa diimbangi dengan ketersediaan pangan, maka akan memicu krisis dan inilah ancaman yang akan dihadapi penduduk dunia. Ancaman krisis pangan dan energi mampu memicu berbagai potensi konflik baru antar negara di masa mendatang," pungkas Panglima TNI.

Turut hadir pada Silaturahmi Nasional Ulama dari TNI dan Polri di antaranya, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos., Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, Wakapolda Jateng Brigjen Awang Anwarudin.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Wahyu Dwi Winarto, Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.[wid]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
PAN Tidak Diundang Ke Istana

PAN Tidak Diundang Ke Istana

, 24 JULI 2017 , 23:00:00

Pemerintah Jangan Cuma Protes Konflik Al-Aqsa
Buka Bhayangkara Cup

Buka Bhayangkara Cup

, 23 JULI 2017 , 17:49:00

Resmikan Kantor Cabang

Resmikan Kantor Cabang

, 23 JULI 2017 , 21:05:00

Hari Anak Di Waduk

Hari Anak Di Waduk

, 24 JULI 2017 , 03:56:00